Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

TIMESINDONESIA, INDRAMAYU – Wedang Onde khas Tionghoa ini mempunyai kisah kebesaran hati seorang pokok di Tiongkok yang mendonasikan satu bola mata untuk anaknya dengan diketahui salah minum jamu tradisional.

Terjadinya hal tersebut tepat pada agenda 21 Desember  yang kemudian diperingati sebagai hari onde. Oleh pokok itu, sembahyang onde juga diperingati sebagai hari kasih sayang pokok kepada anaknya.

Budayawan Tiongkok Jeremy Huang menyebutkan Tanggal 21 Desember serupa dikenal sebagai Hari Dongzhi ataupun Hari Titik balik matahari musim dingin. Hari musim dingin. Hari menjelang Tahun Baru Imlek.

“Hari Dongzhi yang umumnya hanya di rayakan di rumah masing-masing. Tujuannya untuk mengakrabkan dan menghangatkan keluarga. Tidak di rayakan besar- besaran. Makin saat ini ada pandemi Corona, jadi dirayakannya hanya di vila masing -masing, ” katanya, Senin (21/12/2020).

Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, bila pada hari Dong Zhi iklim cerah, maka berarti pada zaman tahun baru imlek nanti hendak hujan. Namun sebaliknya jika pada hari Dong Zhi hujan. Maka tahun baru imlek nanti mau cerah.

“Awal perayaan Dong Zhi mulai dirayakan pada masa Dinasti Han (206 SM-220 M) dan bersambung hingga Dinasti Tang dan Song(618-1279). Di Tiongkok waktu Dinasti Han memperingati awal musim dingin itu sebagai perayaan yang meriah. Tersedia sumber lain menyatakan dirayakan dalam masa Dinasti Qing 1644-1911 M), ” jelasnya.

Hari Dong Zhi adalah hari istimewa yang di rayakan masyarakat Tionghoa dan bangsa Asia Timur lainnya karena hari itu paling pendek dalam setahun ataupun sekitar tanggal 21 Desember.

“Hari Dongzhi bulan ke 12 penanggalan Imlek dinamakan La-Yue untuk menghormati dewa pertanian. Pada Masa Dinasti Zhou, semua orang saling memberi terlepas karena telah berhasil melewati musim dingin yang paling dingin dan sinar matahari dapat bersinar memanaskan badan, “ucapnya.

Asal mula Festival ini dapat ditelusuri dari Filosofi Yin dan Yang, keseimbangan dan keharmonisan Kosmos. Setelah Titik balik matahari, panjang hari akan semakin menjulur, sehingga mulai banyak energi positif dengan mengalir masuk.

“Siklus Dongzhi dimulai, pancaran sinar matahari akan terasa bertambah lemah dan siang hari akan berlangsung lebih singkat. Perayaan Dong Zhi atau dikenal dengan perayaan Onde dilaksanakan dengan sembahyang atma leluhur dan lima unsur dengan terdiri dari logam, air, obor, tanah dan kayu, ” katanya.

Di dalam Hari Dong Zhi, warga Tionghoa akan membuat Onde-Onde dari serbuk ketan disajikan dengan kuah rebusan air Jahe yang ada gulanya sehingga terasa manis dan ikrab.

“Onde- Onde yang dibuat harus memiliki 5 warna yaitu kuning, coklat, merah, putih, dan hijau menggantikan lima unsur elemen yang tersedia di alam. Yaitu unsur logam warnanya kuning, unsur tanah warnanya coklat, unsur api warnanya merah, unsur air warnanya putih, bagian kayu warnanya hijau. Elemen semak yang terbakar akan memunculkan suluh. Setelah api padam, maka muncullah tanah. Dari tanah, kita hendak mendapatkan berbagai logam (misalnya aurum, besi, dsb), dan jika logam-logam tersebut mencair maka akan melambangkan air. Akhirnya, elemen air hendak menghidupi berbagai tanaman dan men, ” ungkapnya.

Kata Ejermy, Bola ketan yang dikenal sebagai “Tang yuan” atau kita sebut “Onde” menandakan persatuan dan keharmonisan keluarga. Yuan yang artinya bulat melambangkan kesempurnaan. Berada dalam kehangatan dan pertemuan yang manis. Wedang Onde disajikan dalam rebusan air jahe yang elok. Tangyuan kadang disebut tuanyuan dengan artinya adalah reuni keluarga. (*)