TIMESINDONESIA, JAKARTA – Umbi porang sejatinya tanaman liar yang kemudian dibudidayakan karena memiliki ragam kebaikan untuk kesehatan tubuh.   Umbi porang yang bernama latin Amorphophallus muelleri tengan dikampanyekan oleh Kementerian Pertanian untuk ditanam karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan stabil.  

Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara menjadi salah daerah pengekspor porang tertinggi di Indonesia. Konsumennya dari Vietnam, China, dan Thailand.  

Pada pasar ekspor, porang balik dilah menjadi tepung. Tepung konjak (sebutan untuk porang yang sudah menjadi tepung) dapat dijadikan bahan baku kosmetik, bahan pengental, bahan mi ramen, dan campuran sasaran lainnya.  

Tepung konjak paling beken dijadikan beras shirataki. Beras jenis ini kerap dijadikan makanan untuk orang yang tengah berdiet. Setelah diolah nasi shirataki mengandung kalori dan karbohidrat yang rendah. Beras shirataki yang berasal dari tepung konjak ini yang mengandung seret unik bernama glukomanan.

Mengutip Jurnal Litbang Pertanian, berikut manfaat umbi porang

satu. Mencegah dan menghambat kanker

Berdasarkan penelitian umbi porang yang telah dijadikan tepung konjak mampu mencegah kanker. Bahkan pada penelitian lebih istimewa menunjukkan ada efek hambatan serta pencegahan tepung konjak terhadap kanker paru-paru. Selain itu, konsumsi tepung konjak juga bisa menurunkan kebiadaban tumor.

2. Menurunkan glukosa darah

Tepung konjak dari umbi porang mengandung Glukomanan. Kandungan tersebut mampu mengurangi gula darah dan faktor risiko terpaut, seperti hipertensi. Glukomanan juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Sehingga, kada gula darah Bunda bisa langgeng terjaga.

3. Menurunkan berat badan

Sebuah belajar yang melibatkan 30 orang membuktikan, diet rendah kalori selama 60 hari, ditambah kandungan glukomanan lebih efektif dalam menurunkan berat badan. Glukomanan yang dimaksud adalah di dalam bentuk suplemen.

4. Mengatasi sembelit

Lagi-lagi karena kandungan glukomanan, yang ada di porang juga mampu mengatasi sembelit. Zat tersebut dapat meningkatkan saluran buang air dan mencegah sembelit. Setelah konsumsi umbi porang selama 10 hari, orang yang menikmati sembelit sudah semakin lancar lempar air besarnya.

Maka tak heran bila tepung konjak juga dijadikan bakal pembuatan jeli agar-agar.  

5. Menyandarkan kolesterol

Makanan yang terdapat umi porang atau tepong konjak dapat menurunkan kolesterol.  

Penelitian di tahun 2000 menunjukkan, glukomanan dapat menurunkan kolesterol hati. Zat gizi yang mulia ini menghalangi atau mengurangi penyerapan kolesterol.

Wah meski buruk rupa, umbi porang ini ternyata hebat juga sungguh. (*)