TIMESINDONESIA, SURABAYA – Terinspirasi dari konsep Caring yang diinisiasi oleh tokoh keperawatan Florence Nightingale pada   era ke-19 dan 20, mahasiswa pembela saat ini perlu memahami  penggunaan teknologi keperawatan yang dibutuhkan di dalam praktik keperawatan secara komprehensif dalam masa mendatang.

Pada saat ini teknologi keperawatan berkembang cepat. Apabila situasi ini  tidak diikuti dengan daya atau skill menggunakan peralatan kesehatan tubuh yang semakin canggih, akan mempengaruhi caring mahasiswa dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Penelitian terdahulu menunjukkan tingkat daya perawat menggunakan teknologi hanya   level cukup, demikian juga daya perawat dalam menggunakan teknologi keterangan dan komunikasi. Masa pendidikan di program Ners waktu yang tepat untuk membangun persepsi tentang teknologi keperawatan sebagai salah satu wujud caring perawat.

Hal ini   juga penting dalam mengkaji kemampuan mahasiswa menggunakan teknologi keperawatan, perilaku caring yang dimiliki oleh mahasiswa profesi Ners dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada anak obat saat praktik klinik di lahan praktik.  

Penelitian yang berjudul “Hubungan kemampuan menggunakan teknologi keperawatan dengan caring mahasiswa profesi ners di Madrasah Tinggi Ilmu Kesehatan wilayah Surabaya” bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kemampuan menggunakan teknologi keperawatan dan caring mahasiswa profesi Ners dengan menggunakan   metode analitik korelasi dengan penghampiran cross sectional . Subyek penelitian ini adalah mahasiswa profesi ners, dengan populasi studi seluruh mahasiswa profesi ners dengan kuliah di STIKES wilayah Surabaya yaitu sebanyak 90 mahasiswa. Responden memenuhi kriteria inklusi yaitu pelajaran di STIKES wilayah Surabaya, bersedia menjadi responden, dan lulus ahli keperawatan (S. Kep) maksimal satu tahun sebelum melanjutkan pendidikan profesi ners.

Pengumpulan data menggunakan kuesioner Technological Skill Competency as Caring in Nursing Instrumen (TSCNI) dan Technological Competency as Caring in Nursing Instrument (TCCNI).  
Buatan penelitian ini menunjukan ada hubungan yang signifikan antara kemampuan memakai teknologi (alat-alat kesehatan/medical devices) dengan caring mahasiswa profesi Ners (p = 0. 000; r= 0. 630. Ada hubungan signifikan antara daya menggunakan teknologi (Informasi dan Teknologi Komunikasi/Information and communication technology) dengan caring mahasiswa profesi ners (p=0. 000; r= 0. 469). Kesimpulan dibanding penelitian ini memperlihatkan bahwa kemahiran perawat menggunakan teknologi dapat positif perawat memahami pasien sebagai pribadi yang utuh atau holistic, peristiwa ini akan mempercepat proses penyembuhan pasien.

Kemampuan perawat menggunakan teknologi adalah ekspresi caring dalam keperawatan, yang mana caring dan teknologi sebagai satu kesatuan. Teknologi memegang peranan penting pada perawatan kesehatan, teknologi digunakan untuk meningkatkan keamanan pasien, menyelamatkan rohani pasien dan membantu perawat pada pekerjaannya. Menanamkan caring sejak masa pelajaran sangat penting karena ini adalah tahap pertama mahasiswa belajar ukuran dan makna dari profesi pembela.

***

*) oleh: Sr. Ignata Yuliati, SSpS. MAN. DNSc. Ketua STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

*)  Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung tanggungan penulis, tidak menjadi bagian kepalang jawab redaksi timesindonesia. co. id

***

**) Contoh TIMES atau rubrik opini dalam TIMES Indonesia terbuka untuk ijmal. Panjang naskah maksimal 4. 000 karakter atau sekitar 600 sekapur. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia. co. id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.