Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Rumah sebagai tempat tinggal menjadi kebutuhan penting bagi pasangan muda atau kaum milenial hari ini. Namun tingginya harga properti di perkotaan kerap membuat kaula muda minder bisa memiliki hunian yang kece (keren dan cakep). Tapi jangan berkecil hati dulu, Tymar Nurhasan Arsitek MTR Architects membagikan ide desain rumah tumbuh dengan bujet minim yang bisa dijadikan referensi bagi kaum milenial.

“Konsep rumah tumbuh muncul ke permukaan dapat menjadi alternatif memiliki tempat tinggal dengan dana dan lahan yang terbatas,” tulisnya di akun Instagram miliknya @tymar_nurhasan.

Rumah tumbuh adalah rumah yang dirancang untuk dapat dikembangkan dikemudian hari berdasarkan kebutuhan dan kemampuan bujet pemilik.

Desain rumah tumbuh tahap pertama di lahan terbatas dan dana terjangkau. (FOTO: Instagram/@tymar_nurhasan)

Tahap pertama dalam membangun rumah tumbuh adalah menentukan prioritas ruang, seperti ruang tidur, kamar mandi, dapur, serta menyiapkan sistem sanitasi dan drainase.

“Asumsi luas ruangan 14-18m2 dengan anggaran 40-90 jtan sehingga bangunan sudah digunakan untuk beraktivitas,” jelasnya.

Tahap selanjutnya untuk mengembangkan rumah, milenial bisa memulainya dengan mencicil material seperti membeli keramik, perlengkapan utilitas, lampu, genteng, dan lainnya.

Penampakan rumah tumbuh tahap penuh, ketika semua tahap sudah terpenuhi. (FOTO: Instagram/@tymar_nurhasan)

Berikutnya material tersebut disimpan terlebih dulu sampai pada waktu bujet tercukupi untuk mengembangkan rumah. Upaya tersebut menurut Tymar akan meringankan biaya pengembangan bangunan.

“Pada prinsipnya rumah tumbuh harus direncanakan dengan matang agar ketika melanjutkan pengembangan, ruang yang sudah terbangun tetap bisa digunakan untuk beraktivitas,” terangnya.

Tentu saja ide rumah tumbuh ini harus milenial konsultasikan terlebih dahulu dengan ahlinya. Hendaknya desain properti tumbuh seperti ini dirancang oleh arsitek, agar rumah lebih ideal, kece dan tetap ramah di kantong bagi pemilik. (*)