Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR RI) terus mendorong peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna mencapai efisiensi yang tinggi dan status produk yang lebih baik tercatat di bidang jasa konstruksi. Satu diantara prinsip dasar teknologi konstruksi yang harus dilakukan adalah dengan menerapkan Building Information Modeling (BIM) ataupun teknologi konstruksi yang berbasis pabrik 4. 0, dan sudah berangkat diterapkan pada pekerjaan Renovasi Rekan, Sarana Olahraga, dan Pendidikan

“Pemanfaatan teknologi harus memberikan nilai tambah untuk pelaksanaan pembangunan infrastruktur, bukan sekedar ikut-ikutan atau mengikuti tren semusim. Industri 4. 0 hanya perkakas, justru dibelakangnya harus ada Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, ” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (Menteri PUPR RI) Basuki Hadimuljono.  

Plt. Direktur Jenderal Cipta Karya Departemen PUPR RI Danis H. Sumadilaga mengatakan, pemanfaatan teknologi menjadi kunci untuk menghasilkan produk yang lebih cepat, lebih mudah, dan bertambah murah. “

Eksekutif Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI Iwan Suprijanto saat menjelaskan penerapan Road Map BIM di PUPR pada BIM Week 2020 (FOTO: Biro Koneksi Publik Kementerian PUPR RI)

Sehingga pekerjaan akan semakin pas waktu, mutu, tepat kualitas, dan paling penting kaitannya nanti dengan pemeliharaan. Kapasitas penerapan teknologi bahan dan komunikasi juga menjadi pokok utama untuk mengakomodasi tren digitalisasi yang meningkat sangat cepat dipicu oleh Pandemi Covid-19, ” perkataan Danis saat membuka BIM Week 2020 yang diselenggarakan secara maya mulai dari 17 Desember-22 Desember 2020.  

Danis mengungkapkan, di bagian Cipta Karya, pemanfaatan teknologi BIM yang merupakan sebuah metode segar untuk konstruksi infrastruktur dengan menyatukan model virtual beserta data ataupun informasi teknis lainnya sudah dimulai pada sejumlah pembangunan bangunan/gedung. Hal tersebut menurutnya sebagai tindak sendat dari Peraturan Menteri PUPR No. 22 Tahun 2018 yang mewajibkan penggunaan BIM pada pembangunan Gedung Gedung Negara (BGN) tidak mudah dengan kriteria luas diatas 2. 000m2 dan diatas 2 lantai.

“Hasil yang sudah ada dari penerapan BIM di lingkungan Ditjen Membentuk Karya sudah cukup banyak diantaranya Renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Stadion Manahan Tunggal, Pasar Atas Bukittinggi, Arena Aquatic Papua, Istora Bangkit Papua, Pasar Pariaman Sumatera Barat, Pasar Sukawati Gianyar Bali, Pasar Renteng Lombok Tengah, Pasar Legi Ponorogo, Rekan Sentral Gorontalo, Politeknik Negeri Rengsa dan IAIN Palu Sulawesi Pusat, ” tutur Danis.  

Pekerjaan rehabilitasi sekolah dan madrasah dilakukan Kementerian PUPR RI melalui Direktorat Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal (Ditjen) Membikin Karya dengan mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43 Tarikh 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, ataupun Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya sejak Asian Games 2018 juga   diberi tugas oleh Pemerintah untuk menyiapkan kaum venue utama dan lapangan latihan termasuk untuk Piala Dunia FIFA U-20 Tahun 2021 mendatang.  

Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI Iwan Suprijanto mengatakan, penerapan Road Map BIM di PUPR telah dimulai dari fase adopsi, digitalisasi, kolaborasi, serta integrasi sistem yang ditargetkan segenap pada tahun 2024.

Ilustrasi – Sejumlah Penerapan Teknologi BIM di lingkungan Ditjen Membangun Karya Kementerian PUPR RI (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)

“Kami tidak hendak berlama-lama di fase adopsi, percepatan BIM khususnya di Ditjen Membentuk Karya sedang kita lakukan. Kami akan siapkan tim pendamping penerapan BIM, melakukan pembekalan teknis, menganjurkan advis teknis, dan mengevaluasi capaian penerapan BIM, ” kata Iwan.  

Diungkapkan Iwan, pada tahun 2020 telah dimulai penyusunan Standar BIM dan dalam waktu dekat akan ditetapkan. Tahun 2021 menurutnya bakal menjadi tonggak digitalisasi penerapan BIM mulai dari perijinan yang hendak disinkronkan dengan perencanaan. “BIM diharapkan bukan hanya dipandang sekedar set lunak (software), tetapi juga jadi pola pikir (mindset) dalam beroperasi kedepannya, ” tukasnya.  

Di periode digitalisasi selanjutnya, Iwan mengungkapkan telah memulainya dengan melakukan monitoring & supervisi digital dengan drone pendayagunaan drone dan CCTV yang sanggup dipantau online secara real time dengan dashboard informasi progres. “Semuanya termasuk dapat diakses oleh FIFA di markas besarnya di Zurich secara real time online. Maka artinya kesiapan Indonesia sebagai majikan rumah dijawab dengan kesiapan yang memadai untuk menjawab Kementerian PUPR sebagai lembaga yang kompeten, ” ungkapnya.  

Untuk selanjutnya Iwan selalu mengungkapkan akan memulai pasar digital untuk sektor konstruksi, dimana saat ini sudah menugaskan tim buat mempersiapkan BIM digital katalog bagaikan produk RISHA dan produk-produk yang lain terutama yang sudah masuk pada standar spesifikasi sesuai Surat Edaran (SE) Dirjen Cipta Karya No. 47 Tahun 2020.

“Kedepan kita selalu lebih men-challenge untuk lebih kolaboratif dalam industri konstruksi, dengan mulut penerapan BIM adalah konstruksi yang efisien (lean construction). Diharapkan pada 2024 sudah terintegrasi di pada cloud system yakni cloud construction management, salah satu perwujudan penyatuan proses konstruksi mulai dari perencanaan, perijinan, pelaksanaan, dan pemeliharaan, ” ujarn Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI Iwan Suprijanto . (*)