TIMESINDONESIA, JAKARTA – Direktur Jamaica Muslim Center,   Imam Shamsi Ali   mengatakan, jika Joe Biden berhasil menaklukkan Donald Trump di Pilpres AS  2020, hal ini bakal berdampak positif bagi muslim di AS.

“Sudah pasti akan lebih membantu bagi kita (muslim di AS). Joe Biden adalah (pernah jadi) Pemangku Obama. Dan di masanya kita merasakan ruang pergerakan yang lebih luas, ” katanya kepada TIMES Indonesia, Jumat (6/11/2020).

Direktur Jamaica Muslim Center, Pemimpin Shamsi Ali. (FOTO: Moh Ramli/TIMES Indonesia)

Apalagi, lanjut tokoh muslim AS asal Indonesia tersebut, Biden sendiri sudah berjanji jika ia menjadi orang nomer satu di AS, akan memberikan tempat gerak yang lebih luar lantaran sebelumnya. Khususunya juga kepada kaum muslimin.

“Tentu Biden akan melakukan hal persis. Apalagi di secara khusus telah berjanji untuk memberikan ruang yang sama kepada semua, termasuk komunitas Muslim di Amerika, ” jelasnya.

Laki-laki kelahiran  5 Oktober 1967, Bulukumba, Sulawesi Selatan itu pun menilai, partai Demokrasi yang kini dikubu Joe Biden, yakni lebih bersahabat sebab pada Partai Republik yang saat ini dikubu Donald Trump

“Banyak yang salah sangka bahwa jika Republika yang berkuasa tidak akan ada konflik. Itu salah total. Justru perang Timur Tengah (Irak) itu di mulai oleh Bush (Republikan), ” ucapnya.

“Jadi perang atau tidak hendak banyak ditentukan oleh pemicu dan gaya Presiden masing-Masing. Zaman Obama hanya membersihkan sisa-sisa perang Bush Sesungguhnya, ” tambahnya.

Selain pengaruh itu, lanjut Shamsi Ali, jika Biden menang nantinya juga akan tersedia nilai strategis penting. AS nanti akan kembali memperkuat hubungan multilateralnya. AS diyakini akan punya menjawab lebih untuk keseimbangan Asia Pasifik. Dan Indonesia di mata GANDAR punya posisi untuk kuat sehingga tidak tumbuh kekuatan tunggal dalam Asia.

“Artinya Amerika akan hadir kembali untuk mendorong, atau membantu Indonesia dalam menguatkan posisi sehingga siap menghadapi dominasi China di Asia, ” ujar Shamsi Ali.

Biden yang disebut unggul dalam Pilpres AS,   memilih untuk bersabar serta tenang menanti hasil. Biden membuktikan tak ada keraguan bahwa dia dan Kemala Harris akan memimpin Pilpres AS 2020 ini.

Ia pula menyampaikan pidato tersebut ditemani sebab Kemala Harris dari markasnya dalam Wilmington, Delaware, pada Kamis (5/11/2020) sore waktu setempat.

“Kami tak mempunyai keraguan ketika penghitungan selesai, Harris dan saya akan dideklarasikan sebagai pemenang, ” katanya. Saat itu , penghitungan bahana Pilpres AS 2020 berlangsung benar ketat. Hingga Jumat (6/11/2020) pagi buta waktu Indonesia.

Joe Biden unggul jauh secara perolehan suara elektoral setidaknya 253. Dan pesaingnya, Donald Trump baru menyabet 213. Setidaknya butuh setidaknya 270 surat suara elektoral bagi kandidat untuk memenangkan Pilpres AS. Sejumlah negara bagian masih belum mencanangkan pemenang di daerahnya karena masih melakukan penghitungan suara. (*)