Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

TIMESINDONESIA, PACITAN – Gado-Gado Cendol di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur ini sangat laris diminati banyak orang karena beda dengan gado-gado lainnya karena cita rasa yang khas saat dihidangkan sehingga terasa nikmat dan pedas di lidah.

“Banyak peminat yang menikmati rasa yang khas,” kata pemilik kuliner Gado-Gado Cendol, Dwi Oviana, Jumat (2/7/2021).

Kuliner tradisional yang berbahan dasar lontong dan tahu ini menjadi sangat lezat jika dipadukan dengan racikan bumbu-bumbu yang pas seperti bawang putih, cabai rawit merah, kacang tanah, gula merah, garam dan ditambah sayuran ala pecel serta krupuk udang sebagai pelengkap selera.

“Saya ulek langsung bumbu-bumbu termasuk cabai rawit merah dengan kacang tanah yang sudah digoreng agar rasanya nikmat,” terangnya.

Selain tempatnya yang sangat strategis yaitu di depan pasar hewan Jl. Punung-Gondosari harga tiap porsinya juga sangat murah dan merakyat.

Pemilik kuliner Gado-Gado Cendol, Dwi Oviana saat membuat bumbu (Foto: Yusuf For TIMES Indonesia)

“Gado-Gado per porsi Rp. 7 ribu, pakai telor rebus Rp. 10 ribu terus bisa pilih selera, mau pedas, sedang atau tidak pedas,” lanjut Dwi Oviana yang sudah bergelut di kuliner Gado-Gado sejak tahun 2015.

Warung kuliner ini buka tiap hari dari pukul 08.00-16.00 Wib bahkan sebelum sore Gado-Gado miliknya sudah habis dibeli pelanggan yang juga order Via Whatsapp.

“Buka dari jam 08.00 belum sampai jam 16.00 biasanya sudah habis dibeli pelanggan karena banyak yang order lewat Whatsapp,” jelasnya.

Di warung Gado-Gado Cendol ini juga tersedia menu kupat tahu, lontong kari, cendol dawet, es teh, kopi dan es campur ketan hitam selain murah dan nikmat dari hasil kuliner ini omset yang didapatkan per hari bisa mencapai Rp500-600 ribu.(*)