Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

TIMESINDONESIA, CIREBON – Bakso merupakan makanan khas Nusantara yang mudah ditemui di berbagai kawasan di wilayah Indonesia. Bakso memiliki bahan dasar tepung dan pula daging sapi giling, kemudian diolah dan dibentuk bulat, dicampur secara kuah kaldu sapi bening, bihun, mie, sawi hijau dan toge.

Rata-rata bakso memakai bahan baku dengan hampir semuanya sama dengan resep yang hampir serupa. Namun, pada variannya kini bakso di Nusantara sudah beraneka ragam.

Seperti bakso jumbo, bakso buaya, bakso mangkok & bakso beranak. Para pedagang bakso terus melakukan berbagai inovasi daripada bentuk bakso yang dibuat sedemikian unik.

Salah satunya adalah warung Bakso Mama Sara, yang berada dalam Jalan Syekh Nurjati Rt 01 Rw 01 blok  Pajerukan Kampung Wanasaba Lor, Kecamatan Talun, Cirebon.

Pemilik warung bakso, Nurhayati mengatakan usahanya sudah berdiri sejak belasan tahun yang lalu dan menjadi cara keluarga. Hingga saat ini, bakso mama sara semakin eksis dan banyak digemari. Bakso Mama Sara memiliki berbagai varian bakso.

“Alhamdulillah saat ini sudah ada delapan varian bakso, yang paling diminati adalah bakso lava dan juga bakso cumi, “ujarnya, Minggu (20/12/2020).

Dalam membangun usahanya, Nurhayati terus mengedepankan rasa. Keterangan yang dipakai pun hampir cocok dengan bakso pada umumnya.

“Untuk kehormatan sendiri kita mematok harga bakso mulai dari Rp 9. 000 sampai termahal untuk bakso cumi Rp 40. 000, ” ucapnya.

Pada sehari, Ia bisa menghabiskan ratusan porsi bakso, baik untuk dinikmati ditempat ataupun dibawa pulang. Bagi para pecinta pedas, bakso lava bisa menjadi pilihan. Karena agaknya yang sangat pedas dan didalamnya diisi oleh cabe setan selalu beberapa bakso kecil dan pelo kecil menambah kenikmatan saat dalam santap.

“Setiap hari orang yang beli itu datang dan pergi, makin weekend, ” kata pemilik lepau bakso Mama Sara, Nurhayati. (*)